Apakah bisa dimaklumi apabila kita menghasilkan software dengan predikat "good enough (cukup/lumayan baik)"? Jawaban atas pertanyaan ini adalah (harus): "ya," karena perusahaan-perusahaan software besar melakukannya (hal ini) setiap hari. Mereka membuat software dengan bug yang sudah diketahui dan me-rilis-nya ke para pengguna akhir secara masif. Mereka menyadari bahwa beberapa fungsi dan fitur yang ada dalam versi 1.0 mungkin bukanlah kualitas yang tertinggi dan merencanakan untuk perbaikan dalam versi 2.0. Mereka melakukan ini dan tahu bahwa beberapa pelanggan akan mengeluh, tetapi mereka juga menyadari bahwa time-to-market dapat mengalahkan kualitas yang lebih baik asalkan produk yang dirilis adalah berpredikat “cukup baik.” Apa sebenarnya yang dimaksud dengan "cukup baik"? Software yang cukup baik memberikan fungsi dan fitur berkualitas tinggi yang diinginkan pengguna, tetapi pada saat yang sama juga memberikan fungsi dan fitur khusus lainnya yan...
Belajar Gratis Seputar Sistem Informasi, Informatika, Bisnis, Akuntansi, & Manajemen