Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Seri Normalisasi Sistem Basis Data

Kapan atau dimana normalisasi digunakan dalam perancangan sistem basis data?

Pada dasarnya normalisasi merupakan teknik yang formal yang bisa digunakan di tahap manapun dalam perancangan sistem database. Namun pada umumnya ada dua pendekatan tentang penggunaan normalisasi. Yang pertama adalah pendekatan 'bottom-up ' dan yang kedua disebut pendekatan ' top-down '. Coba perhatikan gambar ilustrasi di bawah ini: Pendekatan bottom-up dan top-down dalam menggunakan normalisasi dalam perancangan basis data

Contoh proses normalisasi relasi dari UNF – 1NF – 2NF – dan 3NF

Dalam posting tulisan tentang: “Tujuan dan Manfaat Normalisasi dalam Perancangan Database” , kita sudah mempelajari tentang: “Apa itu normalisasi” dan “Mengapa kita perlu melakukan normalisasi”. Kedua pertanyaan itu sudah terjawab dalam tulisan tersebut.  Kemudian dalam posting tulisan tentang: “Konsep Ketergantungan Fungsional, Normalisasi, dan Identifikasi Primary Key dalam Perancangan Sistem Database” , kita sudah mempelajari suatu konsep penting yang digunakan untuk melakukan normalisasi, yaitu konsep ketergantungan fungsional yang terdiri dari ketergantungan penuh, ketergantungan parsial atau sebagian, dan ketergantungan transitif. Proses normalisasi pertama-tama dilakukan dengan mengidentifikasi adanya ketergantungan-ketergantungan tersebut dalam relasi-relasi dan kemudian menghilangkannya. Cara melakukan normalisasi, mengidentifikasi berbagai macam ketergantungan, dan menghilangkan ketergantungan pada relasi-relasi bisa dipelajari ulang dalam postingan tulisan d...

Tujuan dan Manfaat Normalisasi dalam Perancangan Database

Apakah yang dimaksud dengan normalisasi dalam perancangan basis data (database design)?  Kata ‘normal’ menurut kamus besar bahasa Indonesia artinya adalah: menurut aturan atau menurut pola yang umum; sesuai dan tidak menyimpang dari suatu norma atau kaidah; sesuai dengan keadaan yang biasa; tanpa cacat; tidak ada kelainan . Dengan kata lain, ‘normal’ adalah keadaan yang baik, standar, dan menjadi acuan. Sedangkan kebalikannya, berarti ada suatu keadaan yang tidak baik, cacat, atau jelek, yang bisa dikatakan sebagai ‘tidak normal’ . Jadi normalisasi dalam pengertian umum adalah proses untuk menormalkan sesuatu atau menjadikan normal sesuatu yang tidak normal. Atau dengan kata lain, adalah suatu proses untuk mengubah dari yang tidak normal atau jelek menjadi normal atau baik. 

Konsep Ketergantungan Fungsional, Ketergantungan Transitif, Normalisasi, dan Identifikasi Primary Key dalam Perancangan Sistem Database

Dalam posting tulisan tentang: “Tujuan dan Manfaat Normalisasi dalam Perancangan Database” , kita sudah mempelajari tentang: “Apa itu normalisasi” dan “Mengapa kita perlu melakukan normalisasi”. Kedua pertanyaan itu sudah terjawab dalam tulisan tersebut. Dalam posting tulisan ini, kita akan mempelajari bagaimana melakukan proses normalisasi dalam perancangan sistem basis data. Sebelum melakukan proses normalisasi kita perlu mempelajari dan memahami suatu konsep penting yang mendasari proses normalisasi, yaitu ketergantungan fungsional ( functional dependecies ) dan  ketergantungan transitif (transitive dependencies) antar atribut dalam suatu relasi. [ Baca juga: Contoh proses normalisasi relasi dari UNF – 1NF – 2NF – dan 3NF ] Memahami Functional Dependency (Ketergantungan Fungsional) Antar Atribut dalam Suatu Relasi  Konsep penting yang menjadi dasar melakukan normalisasi relasi-relasi dalam perancangan sistem database adalah functional dependency atau keterga...