Pencarian Depth-limited search dalam Kecerdasan Buatan

Kelemahan fatal dalam DFS (depth-first search) dalam di state spaces (ruang keadaan) yang tak terbatas dapat dikurangi dengan cara memberikan DFS suatu batas kedalaman yang telah ditentukan misalnya l (limit). Artinya, node pada kedalaman l dianggap seolah-olah tidak lagi memiliki node penerus (successors). Pendekatan ini disebut depth-limited search. Dengan adanya batas kedalaman maka akan memecahkan masalah penelusuran jalur yang tak terbatas. Sayangnya, itu juga memiliki kompensasi lain yaitu adanya potensi incompleteness jika kita memilih l < d, yang artinya, goal yang paling dangkal berada di luar batas kedalaman. Depth-limited search juga tidak akan optimal jika kita memilih l > d. Kompleksitas waktunya (execution time) adalah O(bl) dan kompleksitas ruangnya (memori) adalah O(bl). DFS dapat dilihat sebagai kasus khusus dari depth-limited search dengan l = ∞.

Pengertian Perceptron Dalam Jaringan Saraf Tiruan

Dalam konteks jaringan saraf tiruan, suatu jaringan yang berisi satu lapis saja dimana input langsung terkoneksi dengan output disebut dengan perceptron. Jadi jaringan saraf seringkali disebut dengan sistem kumpulan perceptron-perceptron yang saling terkoneksi satu sama lain, sehingga perceptron boleh dibilang sebagai fondasi dasar dari jaringan saraf apapun.

Perceptrons terdiri dari empat bagian berbeda:
  • Nilai Input
  • Bobot dan Bias
  • Jumlah total input x bobot
  • Fungsi aktivasi

Diagram Sequence Dalam Analisa & Desain Sistem Informasi

Diagram Sequence

Diagram sequence merupakan salah satu yang menjelaskan bagaimana suatu operasi itu dilakukan; message (pesan) apa yang dikirim dan kapan pelaksanaannya. Diagram ini diatur berdasarkan waktu. Objek-objek yang berkaitan dengan proses berjalannya operasi diurutkan dari kiri ke kanan berdasarkan waktu terjadinya dalam pesan yang terurut.

Diagram sequence menampilkan interaksi antar objek dalam dua dimensi. Dimensi vertikal adalah poros waktu, dimana waktu berjalan ke arah bawah. Sedangkan dimei horizontal merepresentasikan objek-objek individual. Tiap objek (termasuk actor) tersebut mempunyai waktu aktif yang direpresentasikan dengan kolom vertikal yang disebut dengan lifeline. Pesan (message) direpresentasikan sebagai panah dari satu lifeline ke lifeline yang lain. Message digambarkan sebagai garis berpanah dari satu objek ke objek lainnya. Pada fase desain berikutnya, messagnse akan dipetakan menjadi operasi/metoda dari class.

Pengantar UML (Unified Modeling Language)

Hingga tahun 1995, konsep-konsep tentang object sudah mulai populer tetapi diimplementasikan dalam berbagai cara yang berbeda-beda oleh para developer. Setiap developer memiliki metodologi dan notasinya sendiri (mis., Booch, Coad, Moses, OMT, OOSE, SOMA). Kemudian pada tahun 1995, Rational Software menyatukan tiga pemimpin industri untuk menciptakan pendekatan tunggal untuk pengembangan sistem berorientasi object. Grady Booch, Ivar Jacobson, dan James Rumbaugh bekerja sama dengan yang lainnya untuk membuat seperangkat teknik diagram yang dikenal sebagai Unified Modeling Language (UML). Tujuan UML adalah untuk menyediakan kosakata yang sama dari istilah-istilah berorientasi object dan menyediakan teknik-teknik diagram yang cukup kaya untuk memodelkan setiap proyek pengembangan sistem mulai dari analisis hingga implementasi. Pada November 1997, Object Management Group (OMG) secara resmi menerima UML sebagai standar untuk semua developer object. Pada tahun-tahun berikutnya, UML telah melalui beberapa revisi kecil. Versi UML saat ini adalah Versi 2.5.

Diagram State Chart Dalam Analisa & Desain Berorientasi Object

Contoh state chart diagram
Diagram state chart adalah teknik yang umum digunakan untuk menggambarkan behaviour (perilaku) sebuah sistem. Hal ini digunakan untuk membantu analis, perancang dan pengembang untuk memahami perilaku object pada sistem.

Diagram state chart menggambarkan transisi dan perubahan keadaan atau state (dari satu state ke state lainnya) dari suatu object pada sistem sebagai akibat dari stimuli yang diterima. Pada umumnya diagram  statechart menggambarkan class tertentu (satu class dapat memiliki lebih dari satu diagram statechart). Dalam UML, state digambarkan berbentuk segiempat dengan sudut membulat (rounded) dan memiliki nama sesuai kondisinya saat itu. Transisi antar state umumnya memiliki kondisi guard yang merupakan syarat terjadinya transisi yang bersangkutan, dituliskan dalam kurung siku. Action yang dilakukan sebagai akibat dari event tertentu dituliskan dengan diawali garis miring. Titik awal dan akhir digambarkan berbentuk lingkaran berwarna penuh dan berwarna setengah.

Pengantar Diagram Kolaborasi / Komunikasi Dalam Analisa & Desain Sistem Informasi

Contoh diagram kolaborasi / komunikasi
Diagram kolaborasi atau disebut juga dengan diagram komunikasi, seperti halnya diagram sequence, pada dasarnya adalah untuk memberikan pandangan (view) tentang aspek dinamis dari sistem berorientasi objek. Diagram kolaborasi / komunikasi dapat menunjukkan bagaimana object-object berkolaborasi satu sama lain untuk menerapkan suatu use case atau use-case scenario. Diagram ini juga dapat digunakan untuk memodelkan semua interaksi di antara sekumpulan object yang berkolaborasi, dengan kata lain, memang ini adalah sebuah kolaborasi. Dalam hal ini, diagram kolaborasi / komunikasi dapat menggambarkan seberapa bergantungnya object yang satu dengan object yang lain. Diagram kolaborasi / komunikasi pada dasarnya adalah diagram object yang menunjukkan hubungan (relationships) yang melewatkan message (pesan) alih-alih sebagai hubungan (asosiasi) agregasi atau generalisasi. Diagram kolaborasi / komunikasi sangat berguna untuk menunjukkan pola proses (mis., pola aktivitas yang terjadi pada sekumpulan kelas yang berkolaborasi).

Pengantar State Chart Diagram Dalam Analisa & Desain Sistem Informasi

Contoh state chart diagram
Beberapa class dalam diagram class mewakili satu set object-object yang dinamis karena object-object tersebut melewati berbagai macam state selama keberadaannya. Sebagai contoh, seorang pasien dapat mengalami perubahan state dari waktu ke waktu misalnya dari state pasien baru menjadi pasien saat ini (pasien aktif saat ini) kemudian berubah menjadi pasien lama berdasarkan statusnya pada catatan klinik praktik dokter. State chart diagram ini adalah model dinamis yang menunjukkan keadaan (state) yang berubah-ubah yang dilalui suatu object selama hidupnya dalam merespon events. Biasanya, state ini tidak diterapkan untuk semua object; alih-alih, hanya digunakan pada object yang kompleks untuk lebih mendefinisikan (memperjelas) object-object tersebut dan untuk membantu menyederhanakan desain algoritma object-object tersebut. State chart diagram menunjukkan berbagai state suatu object dan events apa yang menyebabkan object berubah dari satu state (kondisi) ke state (kondisi) lainnya. State chart diagram digunakan untuk membantu memahami aspek dinamis dari satu class dan bagaimana instans-nya berevolusi dari waktu ke waktu.

Pengantar Diagram Interaksi Dalam Analisa & Desain Sistem Informasi

Contoh diagram sequence (salah satu dari diagram interaksi)
Salah satu perbedaan utama antara diagram class dan diagram interaksi, selain perbedaan yang jelas bahwa diagram class menggambarkan struktur dan diagram interaksi menggambarkan behavior (perilaku), adalah bahwa fokus pemodelan pada diagram class adalah pada tingkat class, sedangkan diagram interaksi berfokus pada tingkat object. Pada bagian ini, kita akan me-review object, operasi (operations), dan pesan (messages) dan ada dua diagram yang berbeda dalam diagram interaksi (yaitu diagram sequence dan diagram komunikasi / kolaborasi) yang dapat digunakan untuk memodelkan interaksi yang terjadi antar object dalam suatu sistem informasi.

Diagram Aktivitas: Memodelkan Proses Bisnis

Contoh Diagram Aktivitas
Model-model proses bisnis menggambarkan berbagai macam aktivitas yang jika digabungkan akan mendukung suatu proses bisnis. Proses bisnis biasanya melibatkan lintas departemen fungsional (mis., suatu penciptaan produk baru akan melibatkan banyak aktivitas yang berbeda-beda yang menggabungkan upaya banyak karyawan di berbagai departemen). Dari perspektif berorientasi objek, proses ini melintasi banyak objek. Banyak pendekatan pengembangan sistem berorientasi objek sebelumnya cenderung mengabaikan pemodelan proses bisnis. Namun, saat ini kita menyadari bahwa memodelkan proses bisnis sendiri adalah aktivitas yang sangat konstruktif yang dapat digunakan untuk memahami requirements yang sudah dikumpulkan. Salah satu problem potensial dalam membangun model proses bisnis, dari perspektif pengembangan sistem berorientasi objek, adalah bahwa mereka cenderung memperkuat pola pikir (mindset) dekomposisi fungsional. Namun, selama hal itu digunakan dengan benar, model-model proses bisnis adalah alat yang sangat kuat untuk mengkomunikasikan pemahaman dari si analis tentang requirements kepada pengguna.