Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Strategic Social Media

10 Elemen Yang Mendefinisikan Media Massa Menurut Potter

Ada 10 elemen yang terkategori ke dalam tiga karakter tentang media massa yang coba didefinisikan oleh Potter, yaitu: Karakteristik pengirim pesan/informasi: adalah organisasi atau institusi yang kompleks, bukan individu menggunakan praktik standar untuk memproduksi dan menyebarkan pesan/informasi secara massal  memiliki kesadaran/tahu tentang audiens-nya yang niche/ tertentu dan secara aktif mempromosikan dirinya sendiri untuk menarik perhatian sebanyak mungkin anggota audiens-nya mengkondisikan anggota audiens-nya untuk exposure/kembali membuka berulang yang rutin

Pengertian Konvergensi Media

Kultur Konvergensi Jika kita senang untuk mendengarkan musik, perangkat media mana yang akan kita pilih? Mungkin saja kita akan menyalakan radio dan mendengarkan acara lokal favorit kita. Mungkin juga kita akan membuka iTunes dan mendengarkan koleksi musik pribadi kita. Atau, jika kita ingin kejutan dengan playlist, mungkin kita bisa membuka aplikasi Pandora di perangkat seluler kita dan membiarkan aplikasi tersebut untuk menentukan playlist. Sulit untuk kembali mengingat saat ketika kita tidak memiliki begitu banyak pilihan tersebut. Pilihan perangkat media kita tergantung pada sejumlah faktor, termasuk akses, kemampuan, dan koneksi. Itu juga bisa tergantung pada hal lain apa yang ingin kita lakukan secara bersamaan. Mungkin kita sedang mengerjakan sebuah paper dan sehingga laptop kita tetap terbuka. Meskipun kita mungkin tidak membeli laptop dengan tujuan untuk menggunakannya sebagai pemutar musik, tetapi ini adalah salah satu fungsi yang asyik dari perangkat kita. Cara-cara d...

Pengertian dan Perbedaan Komunikasi Difusi vs Partisipasi

Saat ini, sebagian besar komunikasi untuk intervensi pengembangan (Communication for Development) berada diantara dua teori konseptual yang kontinuum, yaitu: difusi dan partisipasi . Model difusi didasarkan pada teori inovasi difusi dari Rogers dan merupakan inti dari pendekatan modernisasi pada 1950-an dan 1960-an. Di sini, perubahan perilaku dicapai dengan mendidik individu. Dengan memberikan pengetahuan, individu mulai mengalami pergeseran dalam sikap, yang kemudian mempengaruhi cara mereka bertindak. Jenis campaign ini umumnya dilakukan melalui media massa. Model partisipasi lebih membumi, dengan mengasumsikan bahwa perubahan perilaku adalah proses horizontal dan bukan proses vertikal. Model ini menekankan pentingnya dialog komunitas untuk pemberdayaan. Dengan menggunakan pendekatan partisipatif pada desain media, seseorang lebih mampu mencapai dan mendengar suara-suara dari populasi audiens yang ditargetkan dan sulit dijangkau.

Pengertian Kecerdasan Kolektif

Teori Partisipatif bertujuan untuk melibatkan sebanyak mungkin audiens untuk ikut berpartisipasi, tidak hanya secara individual, tetapi secara kolektif. Melalui teori partisipatif ini komunikasi berjalan bukan secara vertical / top-down (satu arah), melainkan secara horizontal (dua arah). Ketika satu orang saja yang menyampaikan informasi maka pesan yang disampaikan hanya berdasarkan cara pandang si penyampai pesan saja, sedangkan jika dua orang atau lebih saling berinteraksi, berdiskusi dan saling berpartisipasi maka informasinya menjadi lebih kaya. Semakin banyak orang yang terlibat dalam penyelesaian suatu masalah, maka semakin baik hasil yang bisa dicapai karena setiap individu saling bersaing dan berkolaborasi sehingga pengambilan keputusannya pun menjadi lebih obyektif. Inilah yang dimaksudkan dengan Kecerdasan Kolektif (atau Collective Intelligence) . Setiap individu yang terlibat membentuk jaringan komunitas dimana setiap individu didalamnya memiliki informasi, informasi ter...

Pengertian Komunikasi untuk Pengembangan

Komunikasi untuk Pengembangan (atau Communication for Development ) mengacu pada penerapan strategi dan prinsip-prinsip komunikasi di negara berkembang menuju demokrasi politik, meningkatnya tingkat produktivitas dan industrialisasi, tingkat melek huruf yang tinggi, dan harapan hidup yang lebih panjang. Secara khusus, inisiatif ini mempromosikan pertumbuhan politik, ekonomi dan pendidikan. Ada empat fungsi dari Komunikasi untuk Pengembangan : Memfasilitasi akses terhadap informasi Menstimulasi partisipasi masyarakat Memberdayakan orang Mempengaruhi kebijakan publik

Membuat Pesan di Media Sosial Yang Optimal

Tanpa memandang jenis proses komunikasi, apakah itu komunikasi antara dua orang teman, komunikasi di depan ratusan orang secara publik, atau tweet 140 karakter, dan sebaigainya, semakin baik pesan yang bisa dikirimkan dalam proses diseminasi, semakin efektif pesan tersebut diterima. Berdasarkan aspek tersebut, pandangan terhadap kajian komunikasi yang lebih inklusif muncul dan hal ini menjadikan para pembuat strategi komunikasi di media sosial menyusun rencana aksi mereka dalam membuat pesan melalui media sosial. Ada tiga langkah dalam memaksimalkan komunikasi antara pengirim dan penerima pesan media sosial? Pastikan kita tidak hanya menciptakan pesan media sosial berdasarkan tujuan dan sasaran kita sendiri. Melainkan menaruh perhatian pada problem konsumen. Contoh kasus bisa dibaca dari kasus Warby Parker [Bagaimana Men-"DISRUPT" Bisnis Melalui Media Sosial dan Strategi Yang Inovatif] . Warby Parker berhasil dengan baik mendefinisikan berbagai masalah yang dihadap o...

Model Komunikasi Shannon-Weaver dan Proses Terjadinya Miskomunikasi

Model komuniasi Shannon-Weaver Secara teoritis, pemahaman kita mengenai model-model komunikasi sudah berjalan melalui proses transformasi yang panjang selama 100 tahun belakangan ini. Transformasi dan trend ini adalah pedoman bagi konteks komunikasi yang baru muncul terutama di era digital dan media sosial. Model komunikasi Shannon-Weaver tahun 1947 seringkali digunakan sebagai fondasi bagi kebanyakan pengetahuan komunikasi dewasa ini. Model ini menidentifikasi delapan poin utama untuk transfer informasi, yaitu, sumber/pengirim, encoder, pesan, channel/saluran yang digunakan, decoder, penerima, noise/gangguan/distorsi/, dan feedback (lihat gambar di atas). Model ini juga menjelaskan bagaimana terjadinya miskomuniaski antara pengirim dan penerima pesan yang terutama terjadi di beberapa aspek yaitu:

Ciri-ciri Model Komunikasi Linier vs Transaksional

Dalam komunikasi massa, pandangan yang lebih bernuansa adalah bahwa peranan audiens dalam proses penerimaan komunikasi terbukti sangat diperlukan. Model-model komunikasi persuasif mulai mengintegrasikan interaksi antara pengirim dan penerima pesan. Hal ini berkisar antara model-model komunikasi linier (yaitu dimana informasi disalurkan dari pengirim ke penerima melalui proses step-by-step) hingga ke model komunikasi transaksional (yaitu dimana pertukaran informasi menjadi lebih cair dan kedua belah pihak antara pengirim dan penerima untuk saling berpartisipasi). Sangatlah penting untuk memahami perbedaan antara model-model tersebut untuk mempersuasi audiens dengan sebaik-baiknya untuk mencapai hasil-hasil perubahan perilaku yang diharapkan melalui pesan-pesan media sosial. Berikut di bawah ini adalah beberapa perbedaan ciri-ciri model komunikasi linier dan transaksional:

Membangun Komunitas Online

Tidak perlu terobesesi dengan fans/follower yang banyak Bagi seorang praktisi marketing, ketika mentargetkan konsumen dan membangun komunitas online, tidaklah perlu untuk terlalu terobsesi dengan memiliki jumlah fans atau follower yang banyak.  Jadi, saat kita mulai menetapkan target konsumen secara online, sebaiknya kita pastikan bahwa kita tidak terlalu terobsesi dengan penggemar atau pengikut yang jumlahnya banyak (meskipun banyak juga baik dan tidak salah). Tujuan pemasaran/marketing melalui media sosial bukanlah menjadi orang/sesuatu yang terpopuler di arena media sosial. Lebih baik memiliki anggota yang lebih sedikit tetapi memiliki ikatan emosional daripada memiliki ribuan orang yang tidak mengidentifikasi dirinya dengan produk kita. Sangatlah mudah untuk mendapatkan anggota secara online. Ada banyak situs yang bisa kita kunjungi, dan kemudian kita membayar sejumlah uang, dan jumlah member kita akan bertambah tergantung pada jumlah uang yang dibayarkan. Namun, ...

Bagaimana Men-"DISRUPT" Bisnis Melalui Media Sosial dan Strategi Yang Inovatif

Gambar: Duckworth frame by Warby Parker License: CC By:  Mollyyoung Bagaimana men-"DISRUPT" bisnis tradisional yang sudah mapan melalui media sosial dan strategi bisnis yang inovatif? Berikut di bawah ini adalah studi kasus dari Warby Parker. Studi Kasus: Warby Parker Pada tahun 2010, beberapa orang yang berteman sekelas di Wharton School of the University of Pennsylvania, Neil Blumenthal, Andrew Hunt, David Gilboa, dan Jeffrey Raider, merasa tidak puas dengan berbagai pilihan yang tersedia untuk orang-orang yang membutuhkan resep kacamata. Biaya lensa dan frame sangat mahal; Para dokter mata mensyaratkan appoinment terlebih dahulu untuk cek mata; dan perjalanan ke toko optik untuk mencoba frame mungkin saja terlalu jauh, terutama untuk orang-orang yang tingggal di pedesaan. Cara tradisional dalam menjalankan bisnis seperti ini tidak cocok untuk semua orang. Sementara itu sangatlah sulit mengubah perilaku pelanggan yang terbiasa membeli dengan cara terten...