Skip to main content

Review Topik: Subsistem Manajemen Model

1. Model diklasifikasikan sebagai strategis, taktis, atau operasional. Apa tujuan dari klasifikasi seperti itu? Berikan contoh masing-masing jenis model.

Tujuan dari klasifikasi ini adalah untuk menunjukkan pentingnya keputusan dan menunjukkan apa tingkat manajerial yang bertanggung jawab untuk pelaksanaannya. Dengan mengetahui jenis model juga memungkinkan orang untuk menarik kesimpulan tentang strukturnya dan komunitas penggunanya tanpa mengetahui lebih banyak tentang hal itu. 
  • Model strategis mendukung perencanaan strategis dari manajemen puncak; misalnya, pemeriksaan akuisisi, diversifikasi, dan merger. 
  • Model taktis mendukung manajemen menengah terutama dalam alokasi sumber daya dan pengontrolan. Misalnya, keputusan tentang menyewa-atau-membeli atau menyusun rencana promosi besar. 
  • Model operasional mendukung manajer menengah dan supervisor untuk keputusan jangka pendek; misalnya, menilai dampak yang mungkin muncul pada jadwal kerja harian dan mingguan.
2. Bandingkan fitur dan struktur MBMS (Modelbase Management System) dengan DBMS (Database Management System).

DBMS mencakup database yang berisi data yang relevan dan dikelola oleh perangkat lunak manajemen database melalui kamus data, didukung oleh fasilitas-fasilitas query dan fasilitas-fasilitas untuk pelaporan. Informasi diambil dari kedua sumber data internal dan eksternal. Sejalan dengan itu, 

MBMS mencakup statistik, ilmu manajemen, atau model-model kuantitatif lainnya yang memberikan kemampuan analitis sistem, dan manajemen model untuk mengkoordinasikan penggunaannya. MBMS berisi direktori model yang mirip dengan direktori data dari DBMS. Eksekusi model, integrasi, dan fasilitas untuk pemroses perintah mirip dengan berbagai fasilitas untuk query dan pelaporan pada DBMS dimana disitu memungkinkan pengguna untuk mengakses model apa pun sesuai dengan kebutuhan yang meminta.

3. Mengapa pemilihan model untuk SPK/DSS sulit?

Pemilihan model ini sulit karena membutuhkan keahlian untuk memahami model yang tersedia, bidang-bidang penerapannya dan kekuatan dan kelemahannya.

4. Bagaimana komponen pengetahuan bisa membantu dalam pemilihan model?

Suatu komponen pengetahuan bisa membantu dalam pemilihan model dengan cara menangkap pengetahuan dari manusia (seorang pakar) mengenai penerapan model yang berbeda dalam situasi yang berbeda, membuatnya tersedia untuk orang-orang yang memiliki kurang keahlian di bidang ini.

Daftar link terkait review topik: Konsep Sistem Pendukung Keputusan, Metodologi, dan Teknologi:

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Binding dalam Bahasa Pemrograman dan Kapan Terjadinya

Binding dimaksudkan sebagai pengikatan (association) antara suatu entity dengan atributnya, misalnya binding/pengikatan antara suatu variable dengan tipe datanya atau dengan nilainya, atau dapat juga antara suatu operasi dengan simbol, misalnya simbol + dikenali sebagai operasi penjumlahan atau simbol ^ dikenali sebagai operasi pangkat, dll.  Peristiwa binding dan kapan terjadinya binding (biasanya disebut dengan binding time ) berperan penting dalam membicarakan semantics suatu bahasa pemrograman. Beberapa kemungkinan binding time adalah:

Contoh proses normalisasi relasi dari UNF – 1NF – 2NF – dan 3NF

Dalam posting tulisan tentang: “Tujuan dan Manfaat Normalisasi dalam Perancangan Database” , kita sudah mempelajari tentang: “Apa itu normalisasi” dan “Mengapa kita perlu melakukan normalisasi”. Kedua pertanyaan itu sudah terjawab dalam tulisan tersebut.  Kemudian dalam posting tulisan tentang: “Konsep Ketergantungan Fungsional, Normalisasi, dan Identifikasi Primary Key dalam Perancangan Sistem Database” , kita sudah mempelajari suatu konsep penting yang digunakan untuk melakukan normalisasi, yaitu konsep ketergantungan fungsional yang terdiri dari ketergantungan penuh, ketergantungan parsial atau sebagian, dan ketergantungan transitif. Proses normalisasi pertama-tama dilakukan dengan mengidentifikasi adanya ketergantungan-ketergantungan tersebut dalam relasi-relasi dan kemudian menghilangkannya. Cara melakukan normalisasi, mengidentifikasi berbagai macam ketergantungan, dan menghilangkan ketergantungan pada relasi-relasi bisa dipelajari ulang dalam postingan tulisan d...

Proses dalam Data Mining - Seri Data Mining for Business Intelligence (5)

Proses dalam Data Mining Untuk melaksanakan project-project dalam Data Mining (DM) secara sistematis, suatu proses yang umum berlaku biasanya diterapkan. Berdasarkan ‘best practice’, para praktisi dan peneliti DM mengusulkan beberapa proses (workflow atau pendekatan step-by-step yang sederhana) untuk memperbesar peluang keberhasilan dalam melaksanakan project-project DM. Usaha-usaha itu akhirnya menghasilkan beberapa proses yang dijadikan sebagai standard, beberapa diantaranya (yang paling popular) dibahas dalam bagian ini. [ Baca juga: Metode-metode dalam Data Mining ]