Skip to main content

Sampling Rate dalam Suara Digital - Tinjauan Sekilas

Apa itu sampling rate dalam suara digital?
Singkatnya, sampling rate adalah seberapa sering jumlah data sampel suara diambil:
  • Ada tiga frekuensi sampling yang paling sering digunakan sebagai sampling rate yaitu 44,1 kHz, 22,05 kHz dan 11,025 kHz.
  • Semakin tinggi tingkat pengambilan sampel, semakin banyak pengukuran dilakukan (kualitas lebih baik).
  • Semakin rendah tingkat pengambilan sampel, semakin sedikit pengukuran yang dilakukan (kualitas rendah).
  • Jumlah bit digunakan untuk menggambarkan amplitudo gelombang suara saat sampel, menentukan ukuran sampel.
  • Selain itu, kualitas suara yang diambil juga tergantung pada:
    • Kualitas sumber audio asli.
    • Kualitas perangkat tangkap & perangkat keras pendukung.
    • Karakteristik yang digunakan untuk penangkapan.
    • Kemampuan lingkungan pemutaran.
Ukuran File Suara

Rumus untuk menghitung ukuran file hasil rekaman suara dalam bytes:
  • Untuk rekaman monophonic:
  • Sampling rate x duration x ( bit resolution / 8) x 1 
  • Untuk rekaman stereo:
  • Sampling rate x duration x ( bit resolution / 8) x 2
  • Catatan: 
    • Laju pengambilan sampel diukur dalam kHz.
    • Resolusi diukur dalam bit per sampel
Contoh
Hitung ukuran file rekaman suara selama 1 menit, 44,1 KHz, 16 bit, suara stereo
60 x 44100 x 16/8 * 2 = 10.584.000 bytes
Ukuran filenya adalah 10.584 kb

Comments

Popular posts from this blog

Proses dalam Data Mining - Seri Data Mining for Business Intelligence (5)

Proses dalam Data Mining Untuk melaksanakan project-project dalam Data Mining (DM) secara sistematis, suatu proses yang umum berlaku biasanya diterapkan. Berdasarkan ‘best practice’, para praktisi dan peneliti DM mengusulkan beberapa proses (workflow atau pendekatan step-by-step yang sederhana) untuk memperbesar peluang keberhasilan dalam melaksanakan project-project DM. Usaha-usaha itu akhirnya menghasilkan beberapa proses yang dijadikan sebagai standard, beberapa diantaranya (yang paling popular) dibahas dalam bagian ini. [ Baca juga: Metode-metode dalam Data Mining ]

Contoh proses normalisasi relasi dari UNF – 1NF – 2NF – dan 3NF

Dalam posting tulisan tentang: “Tujuan dan Manfaat Normalisasi dalam Perancangan Database” , kita sudah mempelajari tentang: “Apa itu normalisasi” dan “Mengapa kita perlu melakukan normalisasi”. Kedua pertanyaan itu sudah terjawab dalam tulisan tersebut.  Kemudian dalam posting tulisan tentang: “Konsep Ketergantungan Fungsional, Normalisasi, dan Identifikasi Primary Key dalam Perancangan Sistem Database” , kita sudah mempelajari suatu konsep penting yang digunakan untuk melakukan normalisasi, yaitu konsep ketergantungan fungsional yang terdiri dari ketergantungan penuh, ketergantungan parsial atau sebagian, dan ketergantungan transitif. Proses normalisasi pertama-tama dilakukan dengan mengidentifikasi adanya ketergantungan-ketergantungan tersebut dalam relasi-relasi dan kemudian menghilangkannya. Cara melakukan normalisasi, mengidentifikasi berbagai macam ketergantungan, dan menghilangkan ketergantungan pada relasi-relasi bisa dipelajari ulang dalam postingan tulisan d...

Pengertian Binding dalam Bahasa Pemrograman dan Kapan Terjadinya

Binding dimaksudkan sebagai pengikatan (association) antara suatu entity dengan atributnya, misalnya binding/pengikatan antara suatu variable dengan tipe datanya atau dengan nilainya, atau dapat juga antara suatu operasi dengan simbol, misalnya simbol + dikenali sebagai operasi penjumlahan atau simbol ^ dikenali sebagai operasi pangkat, dll.  Peristiwa binding dan kapan terjadinya binding (biasanya disebut dengan binding time ) berperan penting dalam membicarakan semantics suatu bahasa pemrograman. Beberapa kemungkinan binding time adalah: