Skip to main content

Perbedaan Antara Array dan Associative Array

Perbedaan Array dan Associative Array, secara singkat adalah pada indeks yang digunakan untuk mengakses elemen dalam array. Array menggunakan indeks bertipe integer yang terurut dimulai dari 0. Sedangkan Associative Array menggunakan indeks yang didefinisikan sendiri oleh pemrogram. Berikut deskripsi lebih detail perbedaan antara Array vs Associative Array:

1. Array

Array adalah agregat homogen dari elemen data di mana elemen individual diidentifikasi oleh posisinya dalam agregat, relatif terhadap elemen pertama. Elemen data individual dari suatu array adalah dari tipe yang sama. Referensi ke masing-masing elemen array ditentukan menggunakan ekspresi subskrip.
Contoh initialisasi array di bahasa pemrograman PHP:
$colors = array("Red", "Blue", "Yellow", "Green"); 
atau 
$colors[0] = "Red";
$colors[1] = "Blue";

2. Associative Array

Associative array adalah kumpulan elemen data yang tidak diurut yang diindeks oleh sejumlah nilai yang disebut keys. Dalam kasus non-associative array, indeks tidak perlu disimpan (karena keteraturannya). Namun, dalam associative array, keys yang ditentukan pengguna harus disimpan dalam struktur. Jadi setiap elemen dari associative array sebenarnya adalah sepasang entitas, key, dan nilai.
Contoh initialisasi associative array di bahasa pemrograman PHP:
$nilai = array("TP"=>"90", "TK"=>"80", "Ujian"=>"85"); 
atau 
$nilai['TP'] = "90";
$nilai['TK'] = "80";

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Binding dalam Bahasa Pemrograman dan Kapan Terjadinya

Binding dimaksudkan sebagai pengikatan (association) antara suatu entity dengan atributnya, misalnya binding/pengikatan antara suatu variable dengan tipe datanya atau dengan nilainya, atau dapat juga antara suatu operasi dengan simbol, misalnya simbol + dikenali sebagai operasi penjumlahan atau simbol ^ dikenali sebagai operasi pangkat, dll.  Peristiwa binding dan kapan terjadinya binding (biasanya disebut dengan binding time ) berperan penting dalam membicarakan semantics suatu bahasa pemrograman. Beberapa kemungkinan binding time adalah:

Contoh proses normalisasi relasi dari UNF – 1NF – 2NF – dan 3NF

Dalam posting tulisan tentang: “Tujuan dan Manfaat Normalisasi dalam Perancangan Database” , kita sudah mempelajari tentang: “Apa itu normalisasi” dan “Mengapa kita perlu melakukan normalisasi”. Kedua pertanyaan itu sudah terjawab dalam tulisan tersebut.  Kemudian dalam posting tulisan tentang: “Konsep Ketergantungan Fungsional, Normalisasi, dan Identifikasi Primary Key dalam Perancangan Sistem Database” , kita sudah mempelajari suatu konsep penting yang digunakan untuk melakukan normalisasi, yaitu konsep ketergantungan fungsional yang terdiri dari ketergantungan penuh, ketergantungan parsial atau sebagian, dan ketergantungan transitif. Proses normalisasi pertama-tama dilakukan dengan mengidentifikasi adanya ketergantungan-ketergantungan tersebut dalam relasi-relasi dan kemudian menghilangkannya. Cara melakukan normalisasi, mengidentifikasi berbagai macam ketergantungan, dan menghilangkan ketergantungan pada relasi-relasi bisa dipelajari ulang dalam postingan tulisan d...

Proses dalam Data Mining - Seri Data Mining for Business Intelligence (5)

Proses dalam Data Mining Untuk melaksanakan project-project dalam Data Mining (DM) secara sistematis, suatu proses yang umum berlaku biasanya diterapkan. Berdasarkan ‘best practice’, para praktisi dan peneliti DM mengusulkan beberapa proses (workflow atau pendekatan step-by-step yang sederhana) untuk memperbesar peluang keberhasilan dalam melaksanakan project-project DM. Usaha-usaha itu akhirnya menghasilkan beberapa proses yang dijadikan sebagai standard, beberapa diantaranya (yang paling popular) dibahas dalam bagian ini. [ Baca juga: Metode-metode dalam Data Mining ]