Skip to main content

Mengapa kita perlu menggambar class diagram? Dan apa yang perlu diperhatikan ketika membuat class diagram?

Mengapa kita membutuhkan Diagram Class?
  • Dengan membuat perencanaan dan pemodelan sebelumnya akan membuat pemrograman lebih mudah.
  • Membuat perubahan pada diagram kelas itu mudah, sedangkan menuliskan kode-kode fungsionalitas yang berbeda-beda setelah itu adalah hal yang agak menjengkelkan.
  • Bisa dibayangkan seperti ketika seseorang ingin membangun rumah, mereka tidak hanya akan mengambil palu, bata, dll, dan mulai bekerja. Mereka perlu memiliki blueprint - suatu rencana desain - sehingga mereka dapat menganalisis & memodifikasi sistem mereka.
  • Kita tidak perlu banyak pengetahuan teknis / bahasa tertentu untuk memahaminya.
Apa yang harus diperhatikan saat membuat Diagram Class?
  • Memastikan bahwa semua class yang dibuat betul-betul perlu dan memadai untuk menyelesaikan masalah yang mendasarinya
  • Pastikan tidak ada atribut atau operasi (metode) yang hilang di setiap class
  • Pastikan tidak ada atribut atau metode tambahan atau yang tidak digunakan di setiap class
  • Pastikan tidak ada classs yang hilang atau yang ditambahkan
  • Pastikan tidak ada class yang redundant (double)

Comments

Popular posts from this blog

Proses dalam Data Mining - Seri Data Mining for Business Intelligence (5)

Proses dalam Data Mining Untuk melaksanakan project-project dalam Data Mining (DM) secara sistematis, suatu proses yang umum berlaku biasanya diterapkan. Berdasarkan ‘best practice’, para praktisi dan peneliti DM mengusulkan beberapa proses (workflow atau pendekatan step-by-step yang sederhana) untuk memperbesar peluang keberhasilan dalam melaksanakan project-project DM. Usaha-usaha itu akhirnya menghasilkan beberapa proses yang dijadikan sebagai standard, beberapa diantaranya (yang paling popular) dibahas dalam bagian ini. [ Baca juga: Metode-metode dalam Data Mining ]

Contoh proses normalisasi relasi dari UNF – 1NF – 2NF – dan 3NF

Dalam posting tulisan tentang: “Tujuan dan Manfaat Normalisasi dalam Perancangan Database” , kita sudah mempelajari tentang: “Apa itu normalisasi” dan “Mengapa kita perlu melakukan normalisasi”. Kedua pertanyaan itu sudah terjawab dalam tulisan tersebut.  Kemudian dalam posting tulisan tentang: “Konsep Ketergantungan Fungsional, Normalisasi, dan Identifikasi Primary Key dalam Perancangan Sistem Database” , kita sudah mempelajari suatu konsep penting yang digunakan untuk melakukan normalisasi, yaitu konsep ketergantungan fungsional yang terdiri dari ketergantungan penuh, ketergantungan parsial atau sebagian, dan ketergantungan transitif. Proses normalisasi pertama-tama dilakukan dengan mengidentifikasi adanya ketergantungan-ketergantungan tersebut dalam relasi-relasi dan kemudian menghilangkannya. Cara melakukan normalisasi, mengidentifikasi berbagai macam ketergantungan, dan menghilangkan ketergantungan pada relasi-relasi bisa dipelajari ulang dalam postingan tulisan d...

Pengertian Binding dalam Bahasa Pemrograman dan Kapan Terjadinya

Binding dimaksudkan sebagai pengikatan (association) antara suatu entity dengan atributnya, misalnya binding/pengikatan antara suatu variable dengan tipe datanya atau dengan nilainya, atau dapat juga antara suatu operasi dengan simbol, misalnya simbol + dikenali sebagai operasi penjumlahan atau simbol ^ dikenali sebagai operasi pangkat, dll.  Peristiwa binding dan kapan terjadinya binding (biasanya disebut dengan binding time ) berperan penting dalam membicarakan semantics suatu bahasa pemrograman. Beberapa kemungkinan binding time adalah: