Skip to main content

Sql vs NoSQL: Tinjauan Sekilas

SQL

Ada dua jenis database yang sering dipakai oleh sebagian besar developer (terutama aplikasi berbasis mobile) yaitu SQL dan NoSQL. SQL pada dasarnya adalah database yang tersusun dalam tabel kolom dan baris atau biasa dikenal dengan Relational Database. Database SQL ini mempunyai kekurangan karena terjadinya pembatasan skalabilitas, juga penyimpanan, dan hilangnya sebuah kueri secara efisien ketika volume data yang sangat besar, sehingga penyimpanan serta pengelolaan database yang makin besar menjadi tantangan. Maka dari itu diciptakanlah database NoSQL.

NoSQL
Database NoSQL mempunyai kepanjangan Not Only SQL, merupakan database yang terdistribusi, open source, dapat diskalakan secara horizontal, dan merupakan sistem manajemen basis data non-relational yang dapat melakukan pengambilan data dengan cepat. Salah satu contoh database NoSQL yang sering digunakan adalah Firebase.

Firebase

Firebase merupakan salah satu cloud database NoSQL yang diluncurkan pada tahun 2012 dan dibeli oleh Google pada tahun 2014, merupakan database yang bisa digunakan untuk aplikasi Android, iOS dan web. Salah satu kelebihan Firebase adalah sudah adanya API (Application Programming Interfaces) untuk membuat database yang disediakan oleh Google untuk digunakan dengan hanya beberapa baris kode. Data di Firebase akan disimpan sebagai JSON dan dapat diakses oleh semua platform.

--o0o--

Artikel terkait:

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Binding dalam Bahasa Pemrograman dan Kapan Terjadinya

Binding dimaksudkan sebagai pengikatan (association) antara suatu entity dengan atributnya, misalnya binding/pengikatan antara suatu variable dengan tipe datanya atau dengan nilainya, atau dapat juga antara suatu operasi dengan simbol, misalnya simbol + dikenali sebagai operasi penjumlahan atau simbol ^ dikenali sebagai operasi pangkat, dll.  Peristiwa binding dan kapan terjadinya binding (biasanya disebut dengan binding time ) berperan penting dalam membicarakan semantics suatu bahasa pemrograman. Beberapa kemungkinan binding time adalah:

Contoh proses normalisasi relasi dari UNF – 1NF – 2NF – dan 3NF

Dalam posting tulisan tentang: “Tujuan dan Manfaat Normalisasi dalam Perancangan Database” , kita sudah mempelajari tentang: “Apa itu normalisasi” dan “Mengapa kita perlu melakukan normalisasi”. Kedua pertanyaan itu sudah terjawab dalam tulisan tersebut.  Kemudian dalam posting tulisan tentang: “Konsep Ketergantungan Fungsional, Normalisasi, dan Identifikasi Primary Key dalam Perancangan Sistem Database” , kita sudah mempelajari suatu konsep penting yang digunakan untuk melakukan normalisasi, yaitu konsep ketergantungan fungsional yang terdiri dari ketergantungan penuh, ketergantungan parsial atau sebagian, dan ketergantungan transitif. Proses normalisasi pertama-tama dilakukan dengan mengidentifikasi adanya ketergantungan-ketergantungan tersebut dalam relasi-relasi dan kemudian menghilangkannya. Cara melakukan normalisasi, mengidentifikasi berbagai macam ketergantungan, dan menghilangkan ketergantungan pada relasi-relasi bisa dipelajari ulang dalam postingan tulisan d...

Proses dalam Data Mining - Seri Data Mining for Business Intelligence (5)

Proses dalam Data Mining Untuk melaksanakan project-project dalam Data Mining (DM) secara sistematis, suatu proses yang umum berlaku biasanya diterapkan. Berdasarkan ‘best practice’, para praktisi dan peneliti DM mengusulkan beberapa proses (workflow atau pendekatan step-by-step yang sederhana) untuk memperbesar peluang keberhasilan dalam melaksanakan project-project DM. Usaha-usaha itu akhirnya menghasilkan beberapa proses yang dijadikan sebagai standard, beberapa diantaranya (yang paling popular) dibahas dalam bagian ini. [ Baca juga: Metode-metode dalam Data Mining ]