Skip to main content

Posts

Turing Test dan 6 Disiplin Ilmu Yang Mendominasi dalam Kecerdasan Buatan

Alan Turing , dalam tulisan papernya yang sangat terkenal yang berjudul " Computing Machinery and Intelligence " (1950) [bisa download pdf-nya disini ], mengemukakan bahwa alih-alih bertanya apakah mesin mampu berpikir atau tidak, kita lebih baik  bertanya apakah mesin mampu lulus dalam tes kecerdasan perilaku, yang kemudian seringkali disebut dengan Turing Test. Tes ini adalah untuk menguji sebuah program untuk melakukan percakapan (melalui pesan yang diketik secara online) dengan interogator (manusia) selama lima menit. Interogator tersebut kemudian harus menebak apakah percakapan itu dengan sebuah program (mesin) atau dengan seseorang; program tersebut dinyatakan lolos tes jika mampu mengelabui sang interogator kira-kira 30% dari waktu percakapan tersebut. Turing menduga bahwa, pada tahun 2000, komputer dengan penyimpanan 10 9 unit dapat diprogram dengan cukup baik untuk lulus tes tersebut. Tenyata dugaannya salah karena program belum mampu menipu interogator yang cangg...

Mengontrol Biaya TI dan Evaluasi Dampak Pada Bottom Line

Para manajer akan berusaha meningkatkan dampak TI pada bottom line perusahaan dengan mengendalikan pengeluaran TI dan mengevaluasi semua komponen dari pengeluaran TI agar sesuai dengan manfaatnya.  Ada tiga cara mendasar bagaimana menghubungkan total pengeluaran TI ke bottom line organisasi.  Pertama, dan yang paling jelas, uang yang dikeluarkan untuk TI adalah biaya bagi perusahaan, sehingga mengilangkan proyek atau mengurangi biaya lights-on akan mempengaruhi dampak pada bottom line.  Kedua, investasi TI yang baru dapat langsung menghasilkan pendapatan atau mengurangi biaya, dan dengan demikian secara langsung akan menghubungkan TI ke bottom line. Analisis keuangan pada kasus bisnis proyek akan menyoroti keuntungan finansial secara langsung. Jika kenaikan secara langsung dalam ROI karena memilih proyek yang tepat, hasilnya akan menunjukkan langsung pada bottom line. Diperlukan proses memilih hanya pada proyek-proyek yang bisa pengurangan biaya atau menghasilan...

Pertanyaan Tentang Hubungan Bisnis dan Anggaran TI di Perusahaan

Dunia bisnis akan merasakan berbagai macamm tekanan ketika mencoba untuk mengontrol belanja TI sambil dalam waktu yang sama menghasilkan dampak pada bottom-line. Pertama, kegiatan TI yang ada (misalnya, sistem warisan yang sudah biasa berjalan, infrastruktur , personil, dll, yang akan kita sebut sebagai beban "lights-on") biasanya membutuhkan pengeluaran yang meningkat setiap tahunnya. Kedua, setiap tahun ketika menetapkan investasi baru TI ("proyek pengembangan" ), akan meningkatkan permintaan anggaran untuk periode berikutnya. Akhirnya, manajer bisnis akan terus memberikan tekanan pada biaya TI, memaksa meneliti secara ketat biaya lights-on dan biaya investasi baru. Secara praktis tekanan ini terjadi dalam siklus penganggaran TI tahunan.  Di banyak perusahaan, anggaran lights-on (bisa mencapai 85% dari beban TI perusahaan) diperlakukan sebagai semacam hak yang layak diperoleh, dengan sedikit pemeriksaan besarnya nilai biayanya. Akibatnya, mengendalikan belan...

Lima Praktek New Information Econonics (NIE / Ekonomi Informasi Baru)

Lima praktek manajemen dasar dalam Rantai Nilai Strategi-ke–Bottom-Line, telah dikembangkan, dan secara lebih khusus lagi, lima praktek ini akan membawa perusahaan dengan jawaban yang sesuai atas delapan pernyataan dalam faktor penentu keberhasilan (CSF) dalam proses manajemen dinyatakan diatas. Kelima praktek tersebut, ditunjukkan dalam Exhibit 1.5, merupakan dasar untuk menghubungkan strategi dan hasil. [Baca juga: 8 CSF dalam bagian akhir artikel Valuasi atau Evaluasi TI? ] Lima praktik "New Information Economics" (NIE / Ekonomi Informasi Baru) untuk mencerminkan Kelima praktik NIE menjadi satu set alat untuk TI dan manajer bisnis yang digunakan untuk menerjemahkan strategi bisnis perusahaan ke dalam program dan inisiatif yang bisa diterapkan oleh TI. Kelima praktik didefinisikan secara singkat sebagai:

Valuasi atau Evaluasi TI?

Suatu pemikiran yang sederhana, bahwa sebuah perusahaan hanya akan bersedia untuk mengeluarkan uang pada TI (Teknologi Informasi) yang secara langsung mendukung strategi bisnis dan efektivitas operasional mereka, dan tidak akan mengeluarkan uang untuk TI yang tidak mendukung hal tersebut. Tim manajemen seharusnya dapat mengendalikan anggaran dan investasi TI, dan pada saat yang bersamaan meningkatkan dampak TI pada bottom-line perusahaan, dengan secara konsisten dan terus-menerus menseleksi investasi TI-nya yang terbaik, dan meningkatkan kinerja kegiatan TI yang ada.  Hasil dan Keputusan Yang Tepat Hasil yang tepat, artinya adalah bahwa manajemen harus dapat mengendalikan biaya TI dan pada saat yang sama juga meningkatkan dampak bottom-line. Hasil yang tepat akan dihasilkan dari keputusan yang tepat. Jadi keputusan yang tepat akan menyebabkan tindakan manajemen yang dibutuhkan untuk menghasilkan hasil yang tepat.  Keputusan yang tepat akan mengarahkan pada:

Model Penerimaan Teknologi (Technology Acceptance Model)

Technology Acceptance Model (TAM) adalah landasan teoritis untuk menjelaskan dan memprediksi penerimaan individu terhadap sistem teknologi informasi. TAM pertama kali diusulkan oleh Davis (1989) dalam tesis Doktoralnya. Model Penerimaan Teknologi (TAM) yang telah dikembangkan oleh Davis (1989) adalah salah satu model penelitian yang paling populer untuk memprediksi penggunaan dan penerimaan sistem informasi dan teknologi oleh pengguna individual. TAM telah dipelajari dan diverifikasi secara luas oleh berbagai studi yang menguji perilaku penerimaan teknologi individual dalam konstruksi sistem informasi yang berbeda-beda.

Daftar Pertanyaan Para Manajer Tentang Budget TI Perusahaan

Di dalam perusahaan, manajemen selalu ingin supaya bisa mengendalikan biaya TI secara efektif dan memaksimalkan impact terhadap bottom-line (profit/hasil). Para manajer umumnya punya daftar pertanyaan di benak mereka tentang biaya TI, terutama saat penyusunan budget. Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang umum muncul di benak para manajer: CEO: Apakah kita mampu mengupayakan anggaran belanja untuk TI? Apakah kita tahu berapa banyak yang kita belanjakan untuk TI? Bagaimana saya bisa tahu apakah TI membantu strategi kita? Apakah kita mendapatkan dampak bottom line dari investasi TI kita, dan bagaimana saya bisa mengetahuinya? Apakah kita sedang memanfaatkan teknologi dalam bisnis kita seperti seharusnya/idealnya? Bagaimana saya bisa membuat semua manajer lain yang ada menyetujui strategi dan rencana teknologi kita?